Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Pada Saat Khotbah Berlangsung (Khotbah Jum'at)

1.Tidur.
Kita diwajibkan oleh Rasul kita agar kita selalu mendengar dan memperhatikan khatib berkhotbah sampai khotbah selesai.tapi apa kenyataannya.saya sering melihat para jamaah yang tertidur saat khotbah berlangsung.memang pada saat itu sebagian dari kita ada yang lelah tapi kalau hal tersebut terus dilakukan maka sholat jumat kita akan sia-sia dan kita pun tidak mendapatkan pahala untuk sholat jumat tersebut.

2.Bermain.
Yang saya maksudkan disini bukan bermain yang sering dilakukan oleh anak-anak.tapi yang saya maksudkan disini adalah memainkan suatu benda saat khotbah berlangsung seperti memainkan karpet atau memainkan yang lainnya.bahkan Rasul melarang jamaah yang memainkan tasbih pada saat khotbah berlangsung.

3.Berbicara.
Sebagian dari kita mungkin tidak menyadari bahwa berbicara dalam khotbah itu dilarang.akibat dari hal itu sholat jumat kita akan sia-sia.

Jadi intinya pada saat khotbah berlangsung kita harus memperhatikan khatib berkhotbah sampai selesai.mudah-mudahan kebiasaan buruk ini bisa hilang dari kita.

Hal Yang Sering Dipertanyakan Orang Mengenai Shalat (Yang Membatalkan Atau Tidak)

Ada orang ketika shalat (sunnah) melihat shaf depannya kosong, langsung maju, apa shalatnya tidak batal?
Jawaban ;
Gerakan dalam sholat jika untuk maslahat sholat, maka tidak apa-apa, seperti meluruskan shof atau maju untuk mengisi shof yang kosong, tapi dianjurkan majunya sedikit-demi sedikit, artinya satu langkah berhenti sebentar kemudian melangkah lagi dan seterusnya. Jika gerakan tersebut bukan untuk maslahat sholat, maka harus dirinci dahulu : jika hanya sedikit, maka tidak membatalkan sholat, jika banyak maka membatalkan sholat.

Bagaimana ukuran sedikit dan banyak ?
Sedikit dan banyak itu sangat relatif, maka sebagian ulama mengembalikan ukuran banyak dan sedikitnya ini kepada penilaian masyarakat. Jika masyarakat menilai bahwa gerakan tersebut sedikit, maka kita katakan sedikit, sebaliknya jika masyarakat menilai gerakan tersebut banyak, maka kita katakan banyak.
Sebagian ulama mengatakan suatu gerakan dikatakan banyak jika dilakukan secara berturut-turut, dan dikatakan sedikit jika tidak dilakukan secara berturut-turut. Umpamanya bergerak melangkah ke depan atau kebelakang atau ke samping dengan tiga langkah atau lebih, jika dilakukan berturut –turut seperti orang yang sedang jalan-jalan, maka gerakan ini bisa dikatagorikan banyak dan membatalkan sholat. Sebaliknya jika langkah tersebut dilakukan secara terputus-putus, seperti sekali melangkah kemudian diam, setelah itu melangkah lagi dan seterusnya, maka gerakan seperti ini dihitung sedikit dan tidak membatalkan sholat. Gerakan inipun harus bertujuan untuk kemashlatan sholat, seperti untuk mengisi shof yang kosong, dan lain-lainnya.

Bolehkah kita mengucapkan "alhamdulillah" saat bersin dalam shalat?
Jawaban :
Dibolehkan seseorang yang bersin untuk mengucap " Alhamdulillah ", karena hal itu termasuk dzikir dan memuji Allah. Akan tetapi makmum lain yang dalam posisi sholat, mereka tidak boleh menjawab dengan mengucapkan : ' Yarhamukallahu " karena ini adalah perkataan manusia. Dalilnya adalah hadist Muawiyah bin Hakam As Sulami ra, bahwasanya ia berkata :

بينا نحن نصلى مع رسول الله -صلى الله عليه وسلم- إذ عطس رجل من القوم ، فقلت: يرحمك الله ، فرمانى القوم بأبصارهم فقلت : واثكل أماه ,ما شأنكم تنظرون إلي؟ قال: فجعلوا يضربون بأيديهم على أفخاذهم فلما رأيتهم يصمتوننى لكنى سكت فلما صلى رسول الله -صلى الله عليه وسلم- فبأبى وأمى ما رأيت معلما قبله ولا بعده أحسن تعليما منه والله ما كهرنى ولا شتمنى ولا ضربنى. قال : إن هذه الصلاة لا يصلح فيها شىء من كلام الناس هذا إنما هى التسبيح والتكبير وقراءة القرآن

“ Di kala aku shalat bersama Rasulullah SAW tiba-tiba seseorang dari jama’ah bersin. Aku berkata: Yarhamukallah! Semua orang menoleh kepadaku. Aku berkata: Alangkah celakanya, Kenapa kamu menoleh kepadaku? Maka mereka segera memukuli paha-paha mereka, tetapi saya diam saja. Ketika Rasulullah saw selesai sholat, beliau tidak membenciku, dan tidak pula mencelaku, dan tidak pula memukulku, sungguh saya belum pernah melihat seorang pengajar yang cara mengajarnya lebih baik dari beliau baik sebelum beliau ada , maupun sesudah beliau ada. Beliau hanya mengatakan kepadaku : “ Sesungguhnya Shalat ini tidak pantas di dalamnya terdapat percakapan manusia. Sesungguhnya shalat itu isinya adalah tasbih, takbir, dan bacaan Alquran". (HR. Muslim).

Apabila celana kita terkena percikan air kencing baik disengaja maupun tidak apabila digunakan untuk Sholat Sah tidak?
Jawaban :
Celana jika terkena percikan air kencing secara tidak sengaja, jika hanya sedikit, maka hal itu dimaafkan. Karena sangat susah untuk menghindari hal-hal semacam ini. Akan tetapi jika percikan itu banyak dan nampak secara lahir, maka harus dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan untuk sholat.
Adapaun kalau dia sengaja memercikan kencing ke celananya, maka celana itu menjadi najis dan tidak boleh dipakai untuk sholat, baik jumlah percikan itu sedikit maupun banyak.

Apakah benar sholatnya orang yang bertato tidak sah?
Jawaban :
Dalam masalah ini ada perinciannya : jika tato tersebut terbuat dari barang yang suci, maka sholatnya sah, tetapi jika tato tersebut terbuat dari barang najis maka sholatnya tidak sah karena badannya berlumuran dengan barang najis, padahal salah satu syarat sholat adalah bersihnya badan dari barang najis. Namun lepas dari itu semua membuat tato di dalam tubuh adalah perbuatan yang dilarang di dalam Islam, sebagaimana hadist Abu Hurairah ra, bahwasanya Rosulullah saw bersabda :
لعن الله الواصلة والمستوصلة والواشمة والمستوشمة
"Allah melaknat orang yang menyambung rambut dan orang yang meminta untuk disambung rambutnya, begitu juga orang yang membuat tato ( di dalam tubuhnya ) dan orang yang minta untuk ditato." (HR Bukhari dan Muslim )
Adapun hikmah dilarangnya orang men-tato tubuhnya adalah bahwa tubuh yang sempurna dan indah yang dimiliki manusia adalah nikmat Allah swt yang harus disyukuri, sehingga tidak boleh merubah atau menodainya dengan hal-hal yang akan membahayakan tubuh itu sendiri atau merusak keindahannya.

Sahkah sholat saya jika saya mempunyai luka yang masih mengeluarkan darah, padahal saya telah berusaha untuk menghentikan pendarahannya? Apakah pakaian yang terkena darah dari luka boleh dipakai untuk sholat?
Jawaban :
Sholat orang yang terluka adalah sah, walaupun lukanya masih mengeluarkan darah. Karena darah itu pada asalnya suci, selain itu darah yang keluar dari luka tersebut terhitung sedikit.
Adapun dalil tentang sahnya sholat orang yang darahnya masih mengalir dari lukanya adalah beberapa atsar di bawah ini :
  1. Hadist Jabir bin Abdillah ra tentang kisah salah seorang sahabat Anshor yang diutus nabi Muhammad saw untuk berjaga di barisan depan, tiba-tiba ia terkena tiga anak panah yang berasal dari pasukan musuh,sehingga darahnya keluar dan tak bisa terbendung lagi.Saat itu beliau dalam keadaan sholat, namun beliau tidak memutuskannya, padahal darah masih mengalir terus. ( HR Abu Daud dan dishohihkan oleh Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah )
  2. Atsar Umar bin Khattab ra :
وقد صلّى عمر رضي الله عنه بعدما طُعن وجُرحه يثعب دمـاً
“ Bahwa Umar bin Khattab masih meneruskan sholat setelah ditikam, sedang darahnya masih mengalir deras “ ( HR Bukhari )
  1. Atsar dari Ibnu Umar ra :
وعَصَر ابن عمر بثرة فخرج منها الدم ولم يتوضأ
“ Bahwa Ibnu ra, pernah memencet jerawat di wajahnya dan keluar darah, tetapi beliau tidak berwudhu “ ( Riwayat Bukhari )
d. Atsar dari Abu Aufa ra :
وبزق بن أبي أوفى دما فمضى في صلاته
“ Bahwa Abu Aufa meludah darah, tetapi terus saja melakukan sholat “ ( Riwayat Bukhari )

Apakah aturan orang yang bersendawa saat shalat? Haruskah kita menahannya?
Jawaban :
Sendawa adalah bentuk aktifitas perut yang mengeluarkan angin melalui mulut. Ini biasanya terjadi setelah orang makan atau minum. Sendawa ini kadang sangat penting bagi seseorang, karena angin yang terkumpul di dalam perut akan keluar dan ini membuat seseorang agak lebih lega. Oleh karena itu, tidak boleh ditahan karena akan mengakibatkan efek negatif. Sendawa ini tidaklah membatalkan sholat.

apakah kita boleh menutup mulut ketika menguap dalam shalat sambil mengucapkan, “astaghfirullah”?
Jawaban :
Dibolehkan bagi orang yang sedang sholat untuk menutup mulut ketika menguap. Karena itu merupakan bentuk gerakan yang ditujukan demi untuk kemaslahatan sholat. Begitu juga dibolehkan baginya mengucap " astaghfirullah " , karena ini adalah salah satu bentuk do'a meminta ampun kepada Allah swt.

Setelah shalat, kita baru mengetahui bahwa kita kena najis, haruskah kita mengulang shalat?
Jawaban :
Ketika baju atau pakaian seseorang terkena najis dan dia baru mengetahuinya setelah selesai sholat, maka sholatnya sah dan dia tidak perlu mengulanginya lagi. Hal itu berdasarkan hadits :
كان صلى الله عليه وسلم يصلي فخلع نعليه في أثناء الصلاة، فخلع الصحابة نعالهم، فلما سلم؛ سألهم : لماذا خلعتم نعالكم؟ قالوا: رأيناك يا رسول الله خلعت نعليك. قال صلى الله عليه وسلم: إن جبريل أخبرني أن بهما خبثًا
“ Bahwasanya Rasulullah saw ketika sedang sholat, tiba-tiba beliau melepas sandalnya, maka para sahabat juga ikut melepas sandal mereka. Ketika selesai mengucapkan salam, beliau bertanya kepada mereka : “ Kenapa kalian melepas sandal “ . Mereka menjawab : “ Kami melihat engkau wahai Rasulullah saw melepas sandal. Bersabda Rasulullah saw : “ Sesunguhnya Jibril as, telah memberitahukan kepadaku bahwa di kedua sandalku ada sesuatu yang najis. “ ( HR Ahmad, Abu Dawud, dan Darimi )
Hadist di atas menunjukkan bahwa najis yang ada pada pakaian kita, jika kita tidak mengetahui kecuali setelah selesai sholat, maka sholatnya sah, karena Rasulullah saw tidak mengulangi sholatnya ketika beru mengetahui kalau di sandalnya ada najis.

Jika ketika sujud anggota badan kita menyentuh kotoran cicak, haruskah kita berwudhu dan mengulang shalat atau dilanjutkan saja?
Jawaban :
Kotoran cicak adalah kotoran yang sulit dihindari oleh kebanyakan manusia, dan ini termasuk kotoran yang dimaafkan. Oleh karena itu tidak apa jika salah satu anggota badan seseorang menyentuh kotoran cicak, sholatnya sah dan dia tidak perlu mengulangi wudhu dan sholat lagi.

Saya sering melihat orang yang melingkis pakaiannya saat shalat, apakah orang yang menggunakan celana kedodoran shalatnya tidak diterima?
Jawaban :
Seseorang yang sudah memenuhi syarat dan rukun sholat, seperti berwudhu dengan sempurna dan memakai pakaian yang suci dan bersih, dan melaksanakan rukun dan kewajiban sholat, maka sholatnya insya Allah swt syah dan diterima oleh Allah swt.
Adapun hadist yang menyebutkan :
عن أبى هريرة قال بينما رجل يصلى مسبلا إزاره إذ قال له رسول الله -صلى الله عليه وسلم- : اذهب فتوضأ. فذهب فتوضأ ثم جاء ثم قال : اذهب فتوضأ. فذهب فتوضأ ثم جاء فقال له رجل يا رسول الله : ما لك أمرته أن يتوضأ فقال: إنه كان يصلى وهو مسبل إزاره وإن الله تعالى لا يقبل صلاة رجل مسبل إزاره
"Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : "Suatu ketika ada seorang laki-laki sedang shalat yang musbil kainnya, maka Rasulullah saw berkata kepadanya, "Pergilah kemudian berwudlu!, maka laki-laki tersebut pergi dan berwudlu, kemudian datang maka Rasulullah saw berkata lagi, "Pergilah dan berwudlu !". Maka ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw, "Wahai Rasulullah! Apa yang membuat engkau menyuruhnya untuk berwudlu? kemudian diam. Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya dia shalat dalam keadaan musbil, dan Allah swt tidak menerima shalat seorang laki-laki yang musbil pakaiannya." (HR. Abu Dawud).
Hadist tersebut adalah dho’if, karena di dalamnya ada rawi yang bernama Abu Ja’far Al Anshari, dia adalah majhul ( tidak diketahui identitasnya ), sehingga hadist ini tidak bisa dijadikan hujjah.

Bolehkah kita bermakmum di belakang imam yang celananya kedodoran ( isbal ) ?
Jawaban :
Sebagaimana diterangkan di atas, bahwa sholat dengan celana kedodoran ( isbal ) adalah sah, selama terpenuhi syarat dan rukunnya. Dengan demikian, sholat di belakang orang yang celananya kedodoran adalah sah. Bagi pendapat yang mengatakan bahwa celana yang isbal itu maksiat, baik disertai sifat sombong atau tidak, maupun yang berpendapat bahwa maksiat itu terwujud jika disertai sifat sombong, maka sholat di belakang orang yang bermaksiatpun hukumnya sah, sebagaimana para sahabat sholat di belakang Hajjaj At Tsaqafi, padahal sebagian ulama telah menghukuminya sebagai orang yang fasik.

Ketika melakukan gerakan shalat kemudian tanpa sengaja keluar air dari saluran kencing (setelah buang air kecil), haruskah shalatnya dilanjutkan atau dihentikan?
Jawaban :
Seseorang yang terkena penyakit " keluar kencing sendiri tanpa sengaja" , jika air kencing itu keluar tidak secara berturut-turut atau dalam jarak yang agak lama antara satu dengan yang lainnya, jika keluar air kencing pada waktu sholat, maka dia wajib mengulangi sholatnya lagi.
Tapi jika air kencingnya keluar terus menerus dalam waktu yang berurutan dan dalam jangka waktu yang sangat pendek antara satu dengan yang lainnya, sehingga tidak ada kesempatan baginya untuk melaksanakan sholat, maka boleh baginya untuk menggunakan semacam " pampers " agar air kencing yang keluar terus tanpa sengaja itu tertampung dalam alat tersebut, dan dia bisa melaksanakan sholat walaupun air kencing tersebut terus mengalir. Dalilnya adalah hadist Aisyah ra :
جاءت فاطمة ابنة أبي حبيش إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقالت: يا رسول الله إني امرأة أُستحاض فلا أطهر، أفأدع الصلاة؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "لا، إنما ذلك عرقٌ وليس بحيض، فإذا أقبلت حيضتك فدعي الصلاة، وإذا أدبرت فاغسلي عنك الدم ثم صلي .
Bahwa Fatimah binti Abi Hubaisy bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam : "Ya Rasulullah, sungguh aku mengalami istihadhah maka tidak pernah suci, apakah aku meninggalkan shalat? Nabi menjawab: Tidak, itu adalah darah penyakit, dan bukan haidh. Jika datang haidh maka tinggalkan shalat, jika selesai haidh, maka cucuilah darah tersebut dan lakukan shalat. " (HR Bukhari).
Dalam hadist tersebut Rasulullah saw tidak memerintahkan wanita yang mengalami istihadhah ( keluarnya darah kotor dari kemaluannya ) untuk meninggalkan sholat, tetapi untuk menyuci darahnya kemudian sholat.

Bolehkah kita membukakan pintu untuk tamu ketika sedang shalat?
Jawaban :
Seseorang yang sedang melaksanakan sholat dibolehkan untuk melakukan suatu hal di luar sholat, jika memang hal itu sangat diperlukan, seperti berjalan sedikit untuk membukakan pintu, jika memang pintu tersebut tidak jauh darinya. Begitu juga menyingkirkan hal-hal yang sangat membahayakan anak kecil, jika di dekatnya ada anak kecil, atau membunuh binatang berbisa yang sangat membahakan keselamatan jiwa. Salah satu dasarnya adalah hadist Aisyah ra, bahwasanya ia berkata :
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلي والباب عليه مغلق فجئت فاستفتحت فمشى ففتح لي ثم رجع إلى مصلاه وذكر أن الباب كان في القبلة
“ Ketika Rosulullah saw sedang sholat dan pintu dalam keadaan tertutup.Ketika aku datang dan minta dibukakan, maka beliau berjalan dan membukakan pintu bagiku dan kembali ke tempat sholatnya, dan disebutkan bahwa pintu tersebut letaknya di arah kiblat. “ ( Hadits Hasan riwayat Abu Daud dan Tirmidzi)
Di dalam hadist lain, dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rosulullah saw bersabda :
اقتلوا الأسودين في الصلاة الحية والعقرب
“ Bunuhlah dua binatang yang berwarna hitam, sekalipun dalam keadaan sholat : ular dan kalajengking. “ ( Hadist Shohih riwayat Abu Daud )

Apakah mengantuk ketika (pertengahan) shalat membatalkan shalat?
Jawaban :
Orang yang mengantuk ketika melakukan sholat mempunyai dua kemungkinan :
Pertama : Dia mengantuk ringan, artinya walaupun dalam keadaan ngantuk, tapi dia masih sadar bahwa dia sedang melakukan sholat, dia sadar dengan gerakan-gerakan yang sedang ia lakukan dan dia masih bisa mengikuti apa yang sedang dibaca imam atau apa yang sedang dibacanya, walaupun kadang-kadang hilang konsentrasinya karena rasa kantuknya. Ngantuk seperti ini tidak membatalkan sholat
Kedua : Dia mengantuk berat, artinya dia tidak sadar sama sekali dengan apa yang ia lakukan, tidak paham dengan apa yang sedang dia kerjakan dan apa yang sedang ia baca. Kesadaraan dan konsentrasinya hilang sama sekali. Ngantuk seperti ini jelas telah membatalkan sholat.

Saya sering membawa HP ke masjid dan ketika shalat HP itu beberapa kali berbunyi, bolehkah kita bergerak untuk mematikan HP yang ada disaku karena suara HP itu mengganggu jamaah yang lain?
Jawaban :
Ini adalah kesalahan fatal yang sering menimpa sebagian besar orang yang sedang sholat jama'ah. Karena lupa mematikan HP dan ketika HP-nya berbunyi dalam keadaan ia sholat bersama jama'ah lain, bahkan tidak sedikit yang nada deringnya adalah nyanyian-nyanyian cinta dengan suara tinggi dan nyaring, dan berbunyi berkali-kali, sehingga mengganggu seluruh jama'ah yang sedang sholat, tetapi anehnya, walaupun begitu, orang yang membawa HP ini tidak berani menggerakan tangannya sedikitpun untuk mematikan HP-nya, takut sholatnya batal.
Ini adalah keyakinan yang salah. Justru sebaliknya, mematikan HP dalam keadaan seperti yang dijelaskan di atas hukumnya adalah wajib. Karena gerakan mematikan HP adalah gerakan untuk kemaslahatan sholat, khususnya sholat jama'ah.

Ketika melihat jamaah lain terbuka auratnya di depan kita, apa yang harus kita lakukan?
Jawaban :
Ketika seseorang melihat jamaah lain terbuka auratnya di depannya, maka hendaknya dia menasehatinya setelah selesai sholat agar ketika sholat hendaknya memakai pakaian panjang yang bisa menutupi auratnya.

Kalau aurat kita terbuka saat sholat secara tidak sengaja, kemudian langusng kita tutup manakala kita mengetahui hal itu, apakah ini membatalkan sholat ?
Jawaban :
Jika seseorang membuka auratnya secara sengaja saat sholat, maka sholatnya batal. Sebaliknya jika auratnya terbuka tanpa sengaja, seperti ditiup angin, kemudian dia langsung menutupinya, maka seperti ini tidak apa-apa serta tidak

Kisah Seorang Pemuda Kader Ahli Sihir

Dahulu ada ada seorang Raja mempunyai seorang Ahli Sihir. Setelah Ahli Sihir itu tua, ia meminta kepada Raja agar mengirimkan orang pemuda untuk dikader menjadi ahli sihir. Maka dikirimlah kepadanya seorang pemuda -menurut riwayat Ibnu Ishak di Sirah Ibnu Hisyam, nama pemuda ini Abdullah bin Tsamir–.

Di tengah perjalanan untuk belajar ilmu sihir, Pemuda itu berjumpa dengan seorang Rahib. Lalu duduk sejenak dan mendengarkan kata-kata sang Rahib hingga ia tertarik. Maka sejak itu setiap hari ia akan ke tempat Ahli Sihir, ia singgah terlebih dahulu ke tempat sang Rahib untuk mendengarkan ilmu yang diberikannya. Akibatnya, si Pemuda selalu terlambat tiba di tempat Ahli Sihir. Gurunya, si Ahli Sihir, menghukum pukul si Pemuda atas keterlambatannya.

Si Pemuda menceritakan kepada sang Rahib bahwa ia selalu dihukum guru sihirnya karena selalu terlambat. Sang Rahib menyarankan, “Bilang kepadanya, engkau menyelesaikan pekerjaan rumah dahulu. Kalau kamu takut dimarahi keluargamu karena pulang terlambat, katakan kepada mereka ada pekerjaan dari guru sihirmu.”

Suatu ketika dalam perjalanan si Pemuda bertemu dengan binatang yang sangat besar dan membuat orang-orang takut. Ia berkata pada dirinya sendiri, “Sekarang saatnya aku mencoba, siapakah yang lebih baik: Rahib atau Ahli Sihir.” Lalu ia mengambil sebuah batu dan berucap, “Ya Allah, jika yang benar bagimu adalah Rahib dan bukan Ahli Sihir, maka bunuhlah binatang itu agar orang-orang tidak terganggu.” Ia lempar batu itu. Kena. Binatang itu mati.

Segera si Pemuda menemui Rahib. Ia ceritakan semua peristiwa yang baru terjadi. Sang Rahib berkata, “Anakku, hari ini engkau lebih baik dari aku. Engkau akan mendapat cobaan. Janganlah engkau beritahu tentang aku.”

Bersamaan dengan berjalannya waktu, si Pemuda memiliki keistimewaan. Ia mampu menyembuhkan orang buta, mengobati penyakit kulit, dan berbagai penyakit lainnya. Keahliannya ini sampai ke telinga seorang Pengawal Raja yang buta. Pengawal Raja ini datang sambil membawa banyak hadiah. “Jika engkau mampu menyembuhkanku, engkau mendapat hadiah yang istimewa,” katanya.

Si Pemuda menjawab, “Aku tidak dapat menyembuhkan siapa pun. Yang dapat menyembuhkan hanyalah Allah swt. Kalau engkau beriman kepada Allah, aku akan berdoa agar Allah swt. menyembuhkanmu.”

Si Pengawal pun beriman. Allah swt. menyembuhkan matanya. Pulanglah ia ke istana dan kembali bertugas mendampingin Raja seperti biasa. Tentu saja Raja kaget. Pengawalnya sudah tidak buta lagi.

“Siapa yang menyembuhkanmu?” tanya Raja.

“Tuhanku,” jawab si Pengawal.

“Apakah ada Tuhan selain aku?” tanya Raja lagi.

“Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah,” jawab si Pengawal.

Raja marah. Ia memerintahkan pengawal-pengawalnya yang lain untuk menyiksa si Pengawal beriman itu. Raja ingin tahu siapa orang di balik perubahan akidah Pengawalnya itu. Maka tersebutlah nama si Pemuda.

Raja luar biasa murka. Si pemuda dipanggil untuk menghadap. Raja berkata, “Wahai anak muda, sihirmu telah mampu menyembuhkan orang buta dan orang yang terkena penyakit kulit. Engkau juga mampu melakukan yang tak dapat diperbuat orang lain.”

Si Pemuda berkata, “Aku tidak dapat menyembuhkan siapa pun. Yang dapat menyembuhkan hanya Allah swt.”

Mendengar jawaban itu Raja murka. Ia menyiksa Pemuda itu. Raja menyiksanya terus menerus hingga tersebutlah nama sang Rahib sebagai guru si Pemuda. Raja memerintahkan pengawal-pengawalnya untuk menangkap sang Rahib. Setelah sang Rahib berhasil di hadirkan, Raja berkata, “Keluarlah dari agamamu!” Sang rahib menolak. Ia dihukum gergaji. Tubuhnya terbelah menjadi dua dari kepala hingga tubuh bagian bawah.

Raja juga memerintahkan Pengawalnya yang telah beriman untuk keluar dari keyakinan barunya, “Keluarlah dari agamamu!’ Si Pengawal menolak. Ia pun dihukum gergaji. Tubuhnya terbelah menjadi dua, dari kepala hingga ke tubuh bagian bawah.

Lalu Raja memanggil si pemuda. “Keluarlah kamu dari agamamu!” Si Pemuda menolak. Raja menyuruh beberapa pengawalnya membawa Pemuda itu ke atas gunung. “Jatuhkan dia dari puncak gunung kalau dia tidak mau keluar dari keyakinannya.”

Setelah sampai di puncak gunung si Pemuda berdoa, “Ya Allah, tolonglah aku dari mereka.” Gunung pun bergoyang. Para pengawal yang akan mengeksekusi si pemuda itu jatuh. Mati.

Si Pemuda yang selamat datang kepada Raja. Raja heran, “Apa yang mereka perbuat kepadamu?” “Aku telah diselamatkan oleh Allah swt.,” tegas si Pemuda.

Maka Raja memerintahkan pengawalnya yang lain untuk membawa si Pemuda ke tengah laut. Lemparkan jika ia tidak keluar dari agamanya, begitu perintah Raja. Ketika sampai di tengah laut, si Pemuda berdoa, “Ya Allah, tolonglah aku dari mereka.” Tiba-tiba perahu oleng. Terbalik. Semua tewas tenggelam, kecuali si Pemuda.

Sekali lagi si Pemuda menghadap Raja. Raja terkejut, “Apa yang terjadi?” Dengan tegas si Pemuda berkata, “Allah membinasakan mereka dan menolong aku.” Lalu ia menambahkan, “Engkau tidak akan bisa membunuhku kecuali engkau mengikuti saranku.”

“Apa itu?” tanya Raja.

“Kumpulkan rakyatmu di sebuah lapangan luas dan engkau salib aku di sebatang kayu. Lalu panah aku dengan busur milikku sambil kau ucapkan bismillah Rabb ghulam, dengan nama Allah Tuhan pemuda ini. Jika engkau lakukan itu, engkau akan berhasil membunuhku.”

Raja pun melakukan apa yang disarankan si Pemuda. “Bismillah Rabb ghulam,” ucap Raja. Panah pun meluncur. Tepat menembus pelipis si pemuda. Si pemuda meletakkan tangannya di pelipis yang terkena anak panah. Ia pun menghembuskan nafas terakhir. Orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu berkata, “Kami beriman kepada Tuhannya pemuda ini.”

Seseorang berkata kepada Raja, “Tidakkah engkau saksikan apa yang engkau khawatirkan? Orang-orang telah beriman kepada Tuhannya pemuda itu.”

Raja murka luar biasa. Ia memerintahkah tentaranya membuat parit lalu mengisi parit itu dengan api yang membakar. “Yang tetap beriman kepada Tuhannya pemuda itu, ceburkan ke dalam parit itu!” titah Raja terucap. Maka, satu per satu orang-orang yang beriman kepada Tuhannya si Pemuda diceburkan ke dalam parit berapi itu. Sampai giliran seorang wanita yang menggendong anaknya. Ia ragu untuk mencebut ke dalam kobaran api. Anaknya berkata, “Wahai ibu, sabarlah. Lakukan, engkau berada dalam kebenaran.”

Begitulah, kisah orang-orang yang beriman sebelum kita. Rasulullah saw. menceritakannya kepada kita seperti yang diriwayatkan Muslim (3005), Tirmidzi (3340), Ahmad (6/17, 18), Nasa’i (11661), Ibnu Hibban (873), Tharani (7319), Ibnu Abi Ashim (287). Mereka telah membuktikan kebenaran iman mereka. Dan pasti akan tiba giliran kita untuk diuji? Semoga Allah swt. mengokohkan iman di hati kita apa pun yang terjadi. Amin.

Dalam Sirah Ibnu Hisyam, Tafsir Ibnu Katsir, dan Mu’jam Al-Buldan disebutkan, jenazah Pemuda ini ditemukan di zaman Khalifah Umar bin Khaththab. Jari si Pemuda tetap berada di pelipisnya seperti ketika ia dibunuh. Penemuan ini terjadi saat seorang penduduk Najran menggali lobang untuk suatu keperluan. Ketika tangan si Pemuda ditarik dan dijauhkan dari pelipisnya, darah memancar dari luka panas. Jika tangannya dikembalikan ke posisi semula, darah itu berhenti mengalir. Di tangan si Pemuda tertulis kata-kata Rabbku adalah Allah. Mendengar kabar itu, Umar bin Khaththab memerintahkan agar jasad di Pemuda dibiarkan seperti semula.

Ibnu Katsir berkata, “Kisah itu terjadi antara masa Isa bin Maryam a.s. dengan Rasul Muhammad saw., dan ini lebih mendekati. Wallahu a’lam.”

Penulis : Mochamad Bugi
Just Share !

Renungan Untukku, Untukmu, Dan Untuk Kita Semua

Suatu malam, sebelum tidur si anak bertanyakan ayahnya.

Anak: "Ayah, boleh tak adik update facebook dari dalam kubur?"

Ayah: "Tak boleh sayang.."

Anak: "Kalau adik nak update juga?"
Ayah: "Tak boleh. Kalau facebook boleh diupdate dari dalam kubur setelah mati, mungkin ini statusnya:

1. "Allahurobbi! Besarnya ular! Banyaknya kepala dia!"

2. "Ya Allah! Lipan banyaknya! Kala jengking besar-besar!"

3. "Allah! Mak abah tolong!! Tolonglah keluarkan daku dari tempat yang menakutkan ini!"

4. "Arghhhhhh! (tulang rusuk kanan bersatu dengan tulang rusuk kiri dihimpit bumi kiri kanan)"

5. "Ya Allah! Sakitnya tidak terperi lagi dipalu malaikat-malaikatMu ini..aku bertaubat Ya Allah..ampunilah daku!"

6. "Ya Allah! Panas membakarnya seluruh tubuhku ini! (tubuh dipanggang)

7. "Ya Allah! Gelapnya di dalam kubur ini...takuttt..."

8. "Ya Allah! Kembalikanlah aku ke dunia! Aku berjanji akan taat!"

Adik: "Boleh tak kembali ke dunia setelah mati?"

Ayah: "Sesungguhnya sudah tidak ada peluang kedua lagi apabila jasad telah terpisah dari roh. Merayulah keluar air mata darah sekalipun, tidak lagi akan dikembalikan ke dunia."

Adik: "Hmmmm..jadi tak bolehlah update ya.."

Ayah: "Ya tak boleh. Update facebook tidak perlu. Update iman dan akhlak sangat perlu. Update ilmu al-Quran juga perlu. Mereka yang lalai dengan facebook akhirnya akan update status-status seperti ayah ceritakan tadilah. Orang-orang yang melebihkan facebook, twitter melebihi Tuhannya, akan mengalami situasi-situasi tersebut. Adik mahukah begitu?"

Adik menggeleng-geleng kepalanya seraya menyerahkan iPad kepada ayahnya.

Adik: "Ayah simpanlah benda ni. Adik tak perlukan. Esok ayah tolong carikan adik tempat belajar Quran ya. Adik nak belajar mengaji."

Ayah tersenyum memeluk anaknya. Mengucup lembut anaknya. Moga jadi anak yang soleh hendaknya. Aamiin..

Selamat Sore..Moga bermanfaat..

Cerita oleh: Syabab Musafir Kasih

Just Share !

Telah Dekat Qiamat, Bulan Telah Terbelah...

Allah berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)" Apakah kalian akan membenarkan kisah yang dari ayat Al-Qur'an ini menyebabkan masuk Islamnya pi
mpinan Hizb Islami Inggris ??Di bawah ini adalah kisahnya: 
Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah] mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjagkaunya.


Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah bulan, .." 
Maka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!" Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?"Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dansaling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali...!!!" 


Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya:


اقتربت الساعة وانشق القمر، وإن يروا آية يعرضوا ويقولوا سحر مستمر، وكذبوا واتبعوا أهوائهم، وكل أمر مستقر ...


Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ....sampai akhir surat Al-Qamar.


Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan??" 


Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati." Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah...


Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. 


Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besardalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, " Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna". Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, "Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia. 


Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget danberkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab, 


"Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!! Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akanhal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali". 


Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... Maka aku pun berguman, "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan ... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam. 


Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq


Just Share !

Eksistensi Allah SWT

Seorang pemuda yang telah lama bersekolah di negri tirai bambu, pada suatu hari kembali ke Indonesia. Sesampainya di rumah ia kemudian meminta kepada orang tuanya untuk dicarikan guru agama, kiai atau siapapun yang kemampuan agamanya mumpuni. Si pemuda ingin sekali berguru kepada seseorang yang mampu menjawab tiga pertanyaannya.

Orang tua si pemuda itu akhirnya berhasil mendapatkan kiai dan segera diperkenalkan kepada anknya itu. tak lama kemudian terjadilah percakapan antara pemuda itu dengan kiai.

P : Siapakah anda? apakah anda bisa menjawab pertanyaan saya?
K : Saya hanyalah orang biasa
P : Hmmm... bnyk orang pintar tak bisa menjawab pertanyaan saya
K : Saya akan coba jawab semampu saya
P : begini, saya punya tiga pertanyaan. Pertama, kalau Allah itu memang ada, tunjukkan wujudnya kepada saya. Kedua, apakah yang dinamakan takdir itu. Ketiga, Kalau setan itu terbuat dari api, kenapa dia dimasukkan ke dlm neraka yang dibuat dari api? Bukankah itu tidak menyakitkan bagi setan?

Mendengar pertanyaan itu sang kiai serta merta menampar pipi si pemuda. Sambil menahan rasa sakit dan amarah, dia bertanya "Mengapa anda menampar saya?"

K : Saya tidak marah, tamparan itu untuk jawaban saya terhadap tiga pertanyaan yang anda ajukan
P : Saya sungguh tidak mengerti
K : Bagaimana rasa tamparan saya?
P : Tentu saja sakit
K : jadi anda percaya kan kalau sakit itu ada
P : Ya begitulah
K : Sekarang tunjukkanolehmu wujud rasa sakit itu kepada saya
P : tidak bisa!
K : Tepat, itulah jawaban atas pertanyaan anda yang pertama. Kita semua merasakan keberadaan Allah tanpa mampu melihat wujudnya.
Belum sempat pemuda itu berkata, sang kiai segera melanjutkan ucapannya.
K : Apakah semalam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
P : Tidak.
K : Lalu, apakah pernah terpikir anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?
P : Tidak
K : Nah, itulah yang dinamakan takdir.
Lagi lagi sang kiai meneruskan bicaranya.
K: terbuat dari apa tangan saya yang saya gunakan untuk menampar anda?
P : kulit.
K : Bagaimana rasa tamparan saya?
P : sakiiit
K : Itulah jawaban saya untuk pertanyaan ketiga. meskipun setan terbuat dari api neraka, jika Allah berkehendak maka neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk setan.

Percakapan Penghuni Surga Dan Penghuni Neraka


Penghuni surga – mengkhabarkan berbagai kenikmatan yang telah dijanjikan oleh Allah Swt. Sedang penghuni
neraka, mengeluhkan kepedihan dan siksaan yang mereka derita. Panas, lapar, haus dan dahaga – adalah menjadi keluh kesah penghuni neraka.

Pembicaraan mereka itu – diungkapkan oleh Allah Swt di dalam Surat Al A’raf ayat 44, 45, 50, 51 dan 52 yang artinya kurang lebih sbb:


“Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul”, (kami telah memperoleh adzab). Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zhalim,” (44)


“(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat.”(45)


“Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga: ” limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu”. (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,” (50)


“(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka.” Maka pada hari (kiamat) ini, Kami (Allah) melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini (hari pembalasan), dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.” (51)


"Sungguh kami telah mendatangkan Kitab Al Quran kepada mereka , yang Kami jelaskan atas dasar ILMU sebagai PETUNJUK dan RAHMAT bagi orang-orang yang berIMAN." (52)


Subhanallah...

Apakah kita masih mau MAIN-MAIN dalam beragama?
Orang yang masuk Surga adalah orang-orang yang SERIUS dan SUNGGUH-SUNGGUH dalam beragama.

" Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk SURGA? Padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berJIHAD (bersungguh-sungguh) dan belum nyata orang-orang yang SABAR." (QS Ali Imran:142)


Ayo kembali kepada Al Quran!

3 Kafarat, 3 Derajat, 3 Penyelamat Dan 3 Muhlikat

Anas bin Malik ra menuturkan, bahwa Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ada tiga kafarat, tiga derajat, tiga penyelamat dan tiga muhlikat.

3 KAFARAT (penebus dosa) adalah:
-menyempurnakan wudhu pada saat cuaca amat dingin
-menunggu waktu-waktu shalat
-dan melangkahkan kaki ke masjid untuk shalat berjamaah.

3 DERAJAT adalah:
-memberi makan (orang lemah dan lapar),
-menebarkan salam
-dan mendirikan shalat malam saat kebanyakan manusia tidur terlelap.

3 PENYELAMAT (munjiyat) adalah:
-berlaku adil dalam keadaan marah ataupun ridha,
-bersikap wajar dalam keadaan kaya ataupun fakir
-serta takut kepada Allah SWT dalam keadaan sepi maupun ramai.

3 MUHLIKAT (penghancur) adalah:
-sifat kikir yang ditaati,
-hawa nafsu yang diikuti
-dan takjub terhadap diri sendiri

(Al-Bazzar, Musnad al-Bazzar, II/290).

Apa Akibat Negatif terlalu Sering Onani / Mastrubasi ???

Onani/masturbasi adalah kegiatan untuk memuaskan syahwat dengan cara mengeluarkan “secara paksa” air mani. Onani/masturbasi bisa dilakukan oleh pria maupun wanita. Secara syar’i Onani/masturbasi termasuk perbuatan yang diharamkan oleh syari’at dan merupakan perbuatan dosa.

Tujuan utama dari masturbasi adalah untuk mencari kepuasan atau melepas keinginan nafsu seksual dengan jalan tidak bersenggama. Dalam islam masturbasi dikenal dengan beberapa nama yaitu, al-istimna’ al-istimna’ billkaff, nikah al-yad, jildu umairah, al-i’timar atau‘adatus sirriyah. Masturbasi yang dilakukan oleh wanita, disebut al-ilthaf.

Masturbasi yang terlalu sering bisa memicu aktivitas berlebih pada saraf parasimpatik. Dampaknya adalah produksi hormon-hormon dan senyawa kimia seks meningkat teramasuk asetilkolin, dopamin dan serotonin. Ketidakseimbangan kimiawi yang terjadi akibat hobi masturbasi yang terlalu sering bisa memicu berbagai macam gangguan kesehatan antara lain sebagai berikut:

1. Kemampuan ereksi melemah dan Impotensi
Gangguan pada saraf parasimpatik bisa mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual. Akibatnya kemampuan ereksi melemah, bahkan pada tingkat yang parah bisa menyebabkan impotensi yakni gangguan seksual yang menyebabkan penis tidak bisa berdiri sama sekali.

2. Kebocoran katup air mani
Kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yag tepat juga terganggu. Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu seperti ingus sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas.

3. Rambut rontok dan Kebotakan
Dampak lain dari ketidakseimbangan hormon yang terjadi jika terlalu sering masturbasi adalah kerontokan rambut. Jika tidak diatasi, lama-kelamaan akan memicu kebotakan atau penipisan rambut pada pria.

Sangatlah jelas bahwa akibat negatif dari melakukan masturbasi dapat menyebabkan tubuh menjadi lemah dan loyo sehingga aktifitas kerja akan terganggu dan menjadi tidak produktif lagi. Setiap kali tubuhnya mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.

Selain itu kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan. Bagi yang melakukannya dengan tangan kosong tanpa pelumas, rasa nyeri juga bisa menyerang penis karena gesekan yang terjadi bisa menyebabkan lecet-lecet.

Apa Solusinya?

Apabila kita menyibukkan diri dengan melakukan aktivitas yang seimbang antara fisik, mental dan spiritual saya yakin dorongan seksual akan teralihkan. Hindari melihat atau membaca buku, majalah, atau website yang berisikan konten haram pornografi. Dengan demikian kita tidak akan selalu terangsang, sehingga dapat menahan diri untuk tidak selalu melakukan onani. Perbanyak shaum sunnah sebagai metode yang dicontohkan oleh Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk mengekang syahwat.
Jika anda masih berat meninggalkan kebiasaan onani/masturbasi maka segeralah menikah sebagai solusi terbaik untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut.

KESIMPULAN
Onani/masturbasi secara medis berbahaya bagi kesehatan akibat aktifitas yang berlebihan dari syaraf-syaraf tertentu sehingga menimbulkan ketidakseimbangan hormonal.
Beberapa akibat efek samping onani adalah impotensi/lemah syahwat, kebocoran katup air mani dan rambut rontok/kebotakan. Onani juga menyebabkan tubuh lemah, loyo dan nyeri otot punggung dan selangkangan sehingga produktifitas kerja menjadi berkurang.
Islam mengajarkan untuk bershaum atau menikah sebagai bentuk solusi agar gejolak syahwat bisa teratasi.

Oleh : dr.Abu Hana El-Firdan

Apa Salahnya Menangis ?

Apa salahnya menangis, jika memang dengan menangis itu manusia menjadi sadar. Sadar akan kelemahan-kelemahan dirinya, saat tiada lagi yang sanggup menolongnya dari keterpurukan selain Allah Swt. Kesadaran yang membaw
a manfaat dunia dan akhirat. Bukankah kondisi hati manusia tiada pernah stabil? Selalu berbolak balik menuruti keadaan yang dihadapinya. Ketika seseorang menghadapi kebahagiaan maka hatinya akan gembira dan saat dilanda musibah tidak sedikit orang yang putus asa bahkan berpaling dari kebenaran.

Sebagian orang menganggap menangis itu adalah hal yang hina, ia merupakan tanda lemahnya seseorang. Bangsa Yahudi selalu mengecam cengeng ketika anaknya menangis dan dikatakan tidak akan mampu melawan musuh-musuhnya. Para orang tua di Jepang akan memarahi anaknya jika mereka menangis karena dianggap tidak tegar menghadapi hidup. Menangis adalah hal yang hanya dilakukan oleh mereka yang tidak mempunyai prinsip hidup.

Bagi seorang muslim yang mukmin, menangis merupakan buah kelembutan hati dan pertanda kepekaan jiwanya terhadap berbagai peristiwa yang menimpa dirinya maupun umatnya. Rasulullah Saw meneteskan air matanya ketika ditinggal mati oleh anaknya, Ibrahim. Abu Bakar Ashshiddiq ra digelari oleh anaknya Aisyah ra sebagai Rojulun Bakiy (Orang yang selalu menangis). Beliau senantiasa menangis, dadanya bergolak manakala sholat dibelakang Rasulullah Saw karena mendengar ayat-ayat Allah. Abdullah bin Umar suatu ketika melewati sebuah rumah yang di dalamnya ada sesorang sedang membaca Al Qur'an, ketika sampai pada ayat: "Hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam" (QS. Al Muthaffifin: 6). Pada saat itu juga beliau diam berdiri tegak dan merasakan betapa dirinya seakan-akan sedang menghadap Robbnya, kemudian beliau menangis. Lihatlah betapa Rasulullah Saw dan para sahabatnya benar-benar memahami dan merasakan getaran-getaran keimanan dalam jiwa mereka. Lembutnya hati mengantarkan mereka kepada derajat hamba Allah yang peka.

Bukankah diantara tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan pada hari dimana tiada naungan kecuali naungan Allah adalah orang yang berdoa kepada Robbnya dalam kesendirian kemudian dia meneteskan air mata? Tentunya begitu sulit meneteskan air mata saat berdo'a sendirian jika hati seseorang tidak lembut. Yang biasa dilakukan manusia dalam kesendiriannya justru maksiat. Bahkan tidak sedikit manusia yang bermaksiat saat sendiri di dalam kamarnya seorang mukmin sejati akan menangis dalam kesendirian dikala berdo'a kepada Tuhannya. Sadar betapa berat tugas hidup yang harus diembannya di dunia ini.

Di zaman ketika manusia lalai dalam gemerlap dunia, seorang mukmin akan senantiasa menjaga diri dan hatinya. Menjaga lembutan dan kepekaan jiwanya. Dia akan mudah meneteskan air mata demi melihat kehancuran umatnya. Kesedihannya begitu mendalam dan perhatiannya terhadap umat menjadikannya orang yang tanggap terhadap permasalahan umat. Kita tidak akan melihat seorang mukmin bersenang-senang dan bersuka ria ketika tetangganya mengalami kesedihan, ditimpa berbagai ujian, cobaan, dan fitnah. Mukmin yang sesungguhnya akan dengan sigap membantu meringankan segala beban saudaranya. Ketika seorang mukmin tidak mampu menolong dengan tenaga ataupun harta, dia akan berdoa memohon kepada Tuhan semesta alam.

Menangis merupakan sebuah bentuk pengakuan terhadap kebenaran. "Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata: "Ya Robb kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad)". (QS. Al Maidah: 83).

Ja'far bin Abdul Mutholib membacakan surat Maryam ayat ke-16 hingga 22 kepada seorang raja Nasrani yang bijak. Demi mendengar ayat-ayat Allah dibacakan, bercucuranlah air mata raja Habsyah itu. Ia mengakui benarnya kisah Maryam dalam ayat tersebut, ia telah mengenal kebenaran itu dan hatinya yang lembut menyebabkan matanya sembab kemudian menangis. Raja yang rindu akan kebenaran benar-benar merasakannya.

Orang yang keras hatinya, akan sulit menangis saat dibacakan ayat-ayat Allah. Bahkan ketika datang teguran dari Allah sekalipun ia justru akan tertawa atau malah berpaling dari kebenaran. Sehebat apapun bentuk penghormatan seorang tokoh munafik Abdullah bin Ubay bin Salul kepada Rasulullah Saw, sedikit pun tidak berpengaruh pada hatinya. Ia tidak peduli ketika Allah Swt mengecam keadaan mereka di akhirat nanti, "Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan neraka yang paling bawah. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan seorang penolongpun bagi mereka". (QS. An Nisa': 145)

Barangkali di antara kita yang belum pernah menangis, maka menangislah disaat membaca Al Qur'an, menangislah ketika berdo'a di sepertiga malam terakhir, menangislah karena melihat kondisi umat yang terpuruk, atau tangisilah dirimu karena tidak bisa menangis ketika mendengar ayat-ayat Allah. Semoga hal demikian dapat melembutkan hati dan menjadi penyejuk serta penyubur iman dalam dada. Ingatlah hari ketika manusia banyak menangis dan sedikit tertawa karena dosa-dosa yang diperbuatnya selama di dunia. "Maka mereka sedikit tertawa dan banyak menangis, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan". (QS At Taubah: 82).

Sumber : oaseqalbu.net

22 Tanda Hari Kiamat

1. Sembahyang diabaikan (diringan-ringankan).

2. Keinginan nafsu syahwat digalakkan dan berleluasa disebarkan melalui iklan, buku, gambar, risalah atau film.


3. Rakyat menjadi pemimpin dan kebanyakannya jahil mengenai agama dan banyak memberi fatwa yang menyesatkan pengikutnya.


4. Perkara benar menjadi salah dan salah menjadi benar. Sukar untuk membedakan pe
rkara halal dan haram karena yang haram dianggap halal serta sebaliknya.

5. Berbohong menjadi satu keperluan dalam hidup dan menganggap jika tidak berbohong sukar untuk hidup senang.


6. Membayar zakat (harta, perniagaan dan pendapatan) dianggap beban.


7. Orang yang hidup mengikut kehendak agama ditindas dan hati mereka sentiasa merintih karena maksiat berleluasa tetapi mereka tidak mampu mencegahnya.


8. Turun hujan di luar musimnya dan hujan tidak memberi keuntungan kepada makhluk di muka bumi.


9. Fenomena lelaki berkawin dengan lelaki (homoseksual) dan perempuan berkeinginan kepada perempuan (lesbian) semakin menjadi-jadi.


10. Perempuan menguasai lelaki dengan memakai obat guna-guna, sihir dan amalan syaitan lain.


11. Anak-anak mengingkari dan mendurhaka ibu bapak (ibu bapak menjadi kuli dan anak menjadi tuan).


12. Kawan baik dilayani dengan kasar, manakala musuh diberi layanan baik. Kawan disangka lawan dan musuh dianggap sahabat serta memusuhi orang yang mengajak berbuat kebaikan.


13. Dosa dipandang ringan malah bangga melakukannya seperti zina, minum arak, bergaul bebas antara lelaki dan perempuan, meninggalkan sembahyang, membuka aurat dan berjudi.


14. Masjid dihias indah tetapi kosong, terpulau, berkunci dan banyak berlaku pencurian barang dimasjid yang berharga.


15. Ramai yang sembahyang tetapi munafik dan berpura-pura. Di dalam sembahyang berjanji akan mengikut suruhan Allah tetapi di luar sembahyang melanggar perintahNya,


16. Akan datang golongan manusia dari Barat menguasai mereka yang lemah (iman) dan ramai terpengaruh dengannya seperti mengikut cara mereka berpakaian, bergaul dan suka berpesta.


17. Al-Quran dicetak dengan indah tetapi hanya dijadikan perhiasan dan jarang dibaca serta diamalkan kehendaknya.


18. Amalan riba berleluasa hingga orang alim pun terjebak sama.


19. Darah manusia tidak berharga, sering berlaku pembunuhan, peperangan dll.


20. Penganut Islam tidak mahu mengamalkan suruhan agama dan tidak mahu membela serta menyebarkannya.


21. Akan bertambah banyak penyanyi wanita (wanita yang tidak beriman adalah senjata syaitan yang baik).


22. Ramai orang kaya pergi umrah dan haji dengan tujuan melancong, yang sederhana pergi untuk berniaga dan yang miskin bermaksud meminta sedekah


Semoga bermanfaat

Tanda - Tanda Kematian

Allah telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian.

Tanda 100 hari menjelang ajal :
Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di
hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.

Tanda 40 hari menjelang kematian :
Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.

Tanda 7 hari menjlang ajal :
Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.

Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.

Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup. Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya. SubhanAllah. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada. Aamiin.

Kenapa Wanita Lebih Banyak Di Neraka Daripada Laki-Laki ?

Telah ada pernyataan dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bahwa para wanita itu lebih banyak sebagai penghuni neraka.

“Dari Imran bin Husain radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَا
ء (رواه البخاري 3241 ومسلم 2737)

“Aku diperlihatkan di surga. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum fakir. Lalu aku diperlihatkan neraka. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.” (HR. Bukhari, 3241 dan Muslim, 2737)

Adapun sebabnya, Nabi sallallahu’alaihi wa sallam ditanya tentang hal itu, lalu beliau menjelaskan dalam riwayat Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhuma, dia berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

َأُرِيتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ مَنْظَرًا كَالْيَوْمِ قَطُّ أَفْظَعَ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ ، قَالُوا : بِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : بِكُفْرِهِنَّ ، قِيلَ : يَكْفُرْنَ بِاللَّهِ ، قَالَ : يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ كُلَّهُ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ (رواه البخاري، رقم 1052) .

“Saya diperlihatkan neraka. Saya tidak pernah melihat pemandangan seperti hari ini yang sangat mengerikan. Dan saya melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita. Mereka bertanya, ‘Kenapa wahai Rasulallah? Beliau bersabda, ‘Dikarenakan kekufurannya.' Lalu ada yang berkatak, 'Apakah kufur kepada Allah?' Beliau menjawab, ‘Kufur terhadap pasangannya, maksudnya adalah mengingkari kebaikannya. Jika anda berbuat baik kepada salah seorang wanita sepanjang tahun, kemudian dia melihat anda (sedikit ) kejelekan. Maka dia akan mengatakan, ‘Saya tidak melihat kebaikan sedikitpun dari anda.” (HR. Bukhari, no. 1052)

Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam keluar waktu Ied Adha atau Ied Fitri dan melewati para wanita dan bersabda: “Wahai para wanita, keluarkanlah shadaqah karena saya diperlihatkan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah dari kalangan kalian. Mereka berkata, ‘Kenapa wahai Rasulullah? Beliau bersabda: “Kalian sering mengumpat, dan mengingkari pasangan. Saya tidak melihat (orang) yang kurang akal dan agama dari kalangan anda semua dibandingkan seorang laki-laki yang cerdas.' Mereka bertanya, ‘Apa kekurangan agama dan akal kami wahai Rasulullah?' Beliau menjawab, ‘Bukankah persaksian (syahadah) seorang wanita itu separuh dari persaksian orang laki-laki.' Mereka menjawab: ‘Ya.' Beliau melanjutkan: ‘Itu adalah kekurangan akalnya. Bukankah kalau wanita itu haid tidak shalat dan tidak berpuasa.' Mereka menjawab, ‘Ya.' Beliau mengatakan, ‘Itu adalah kekurangan agamanya.” (HR. Bukhari, no. 304)

Dan dari Jabir bin Abdullah radhialalhu’anhuma berkata, Saya menyaksikan shalat Ied bersama Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam. Beliau memulai dengan shalat sebelum khutbah tanpa azan dan iqamah. Kemudian berdiri bersandar kepada Bilal, dan memerintahkan untuk bertakwa kepada Allah dan menganjurkan kepada ketaatan kepadaNya dan menasehati manusia serta mengingatkannya. Kemudian beliau berjalan mendatangi para wanita, dan memberikan nasehat kepada mereka dan mengingatkannya. Beliau bersabda: ‘Besadaqahlah para wanita, karena kebanyakan dari kalian itu menjadi bara api neraka Jahanam.' Maka ada wanita bangsawan dan kedua pipinya berwarna (merah) berdiri bertanya, ‘Kenapa wahai Rasulullah?' Beliau menjawab, ‘Karena kamu semua seringkali mengadu dan mengkufuri suami.' Berkata (Jabir), ‘Maka para wanita memulai bersodaqah dan melemparkan gelang, giwang dan cincinnya ke pakaian Bilal." (HR. Muslim, no. 885)

Seyogyanya bagi para wanita mukmin yang mengetahui hadits ini berbuat seperti perbuatan mereka para wanita shahabat. Ketika mengetahui hal ini, mereka langsung melakukan kebaikan, dimana hal itu dengan izin Alah sebagai sebab yang dapat menjauhkan mereka masuk ke dalam kelompok yang terbanyak (masuk neraka). Maka nasehat kami kepada para wanita muslimah, agar menjaga komitmen dengan syiar Islam dan kewajibannya. Terutama shalat serta menjauhi apa yang diharamkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala terutama syirik dengan segala macam bentuknya yang berbeda-beda yang tersebar ditengah-tengah para wanita seperti memohon keperluan kepada selain Allah dan mendatangi sihir, tukang ramal dan semisal itu.

Kami memohon kepada Allah agar menjauhkan kita dan saudara-saudara kami dari api neraka dan yang mendekatkan ke sana baik berupa ucapan maupun perbuatan.