Mappalili Di Kecamatan Balocci (Budaya Pangkep)

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT7DBWTNV8dhhWGC7_diL1gWwziiq9aGNkSHlDER3mo_NyFhL-c3g
Mappalili/Appalili Kecamatan Balocci
Acara ritual Mappalili/Appalili Kecematan Balocci dipimpin oleh sorang pinati atau boto (orang pintar).

Pinati/boto diangkat dari hasil musyawarah masyarakat atas kelebihan yang dimiliki oleh seseorang. Seorang pinat/boto dapat memprediksi curah hujan dan hama yang bakal mengganggu tanaman padi, sehingga dipercayakan sepenuhnya oleh masyarakat untuk menentukan waktu :

Mulai turun sawah.
Mulai membibit.
Mulai tanam.

Jika Pinati/boto telah berkoordinasi dengan karaeng dan telah menetapkan hari turun sawah, maka beliau mengumumkan bersama penghulu kerajaan, tokoh masyarakat dan lain-lain yang terkait.

Jika waktu Mappalili/Appalili yang telah disepakati telah tiba, maka pada pagi hari Mappalili/Appalili berangkat dari rumah pinati menuju lokasi palili di sawah lompok seko sekitar 500 m sebelah selatan kampong Tompo baling.

Sebelum komando turun sawah dimulai, ditandai dengan memulai membajak sawah di Lompok Seko tidak ada satupun masyarakat tani yang mau mendahului membajak sawahnya. Aturan yang tidak tertulis ini dipatuhi dan ditaati oleh masyarakat, sehingga tidak ada satupun masyarakat yang ingin melanggar atau mendahului pinati (lompom seko) baik tanam maupun panen. Satu hari sebelum kerbau digunakan membajak, pada malam harinyadiadakan acara ritual mattoana tedong dengan tata cara sebagai berikut :

Pemilik membuat sesajen ditaruh di atas baki lalu diletakkan di atas punggung kerbau. Beberapa saat kemudian lalu diturunkan kembali, selanjutnya dimakan bersama yang dihadiri tetangga/kerabat, kerbau yang di toana (dijamu) hanya satu ekor, hanya induknya atau yang tertua diantaranya. Kegiatan tersebut sebagai simbol kegotong royongan, silaturahmi dengan tetangga dan kerabat. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah masing-masing secara perorangan.

Mappatuo bine, dilaksanakan dirumah masing-masing dengan cara dibungkus dengan tukar lalu disimpan di posi bola, lalu dinyalakan ulo taibani (lilin) yang ditancapkan diatas kepal yang telah dipotong separuhnya. Dilanjutkan selama tiga malam dan silo taibani (lilin) tersebut dijaga jangan sampai padam. Maknanya semoga semakin cerah kehidupannya.

Acara Mappalili/Appalili di wilayah Kecematan Balocci dilaksanakan sejak Karaeng balocci pertam, akan tetapi mulai tidak aktif pada tahun 1970.

By : Asriadi Awaluddin

Tags : Mappalili, Mappalili Pangkep, Appalili, Appalili Pangkep, Mappalili Budaya Pangkep.

0 comments: